KeffiKarina's Blog

Just another WordPress.com weblog

stress…

kata orang, penyebab stress bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu faktor eksternal dan internal.

dulu saya bingung kenapa bisa sebuah faktor eksternal menyebabkan sesorang tertekan sampai ke pikiran dan jiwa.

tetapi sekarang saya menyadarinya.

selama ini saya hidup dengan karakter yang sudah saya hidupi selama 21 tahun, dan selama itu pun saya terus belajar untuk berubah.

bagi teman-teman terdekat atau orang yang mungkin telah lama mengenal saya mungkin sudah maklum dengan karakteristik saya yang lugas, menyuarakan apa yang ada di pikiran, sehingga bagi orang-orang yang jarang bercengkerama dengan saya mungkin akan menganggap itu sebagai suatu hinaan. tetapi sungguh saya melakukan itu tidak dengan perasaan negatif apapun. saya hanya menyuarakan pertanyaan yang ada di pikiran saya.

akhir-akhir ini ada beberapa orang yang menganggap bahwa saya selalu berpikiran negatif dan suka menghakimi seseorang,  yang anehnya mereka membicarakan itu di belakang saya bukan langsung menegur saya.

hal ini cukup membebani pikiran saya.. apakah benar saya sejahat itu?

opini publik bukanlah kebenaran, kebenaran itu ada dalam Dia.

tetapi bukan berarti opini publik tidak dapat menjadi bahan perbaikan kita.

karena itulah saya saat ini ingin berterimakasih kepada orang-orang yang telah menegur saya di belakang.

kepada orang-orang yang secara tidak langsung menimbulkan sifat keras dalam diri saya.

sifat keras itu timbul dari akumulasi rasa sakit akibat perlakuan orang selama hidup saya.

bersyukur sekali dengan renungan yang saya dapat pagi hari ini.

saya sadar, sakit hati dapat menjadi duri dalam hubungan saya dengan Dia. oleh karena itu harapan saya agar Dia memulihkan rasa sakit yang saya alami dan yang saya buat pada diri orang-orang yang merasa tersakiti karena saya.

tetapi bagaimana dengan rasa stress yang saya alami akibat ketidaksesuaian opini publik tentang saya dengan kondisi saya yang sebenarnya?

dan inilah jawabannya:

Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak “tulang dan duri” dalam diri kita yang membuat hidup kita tidak menyenangkan bagi Tuhan. Mungkin “tulang dan duri” itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya. Maka, kerap kali Tuhan harus mengatasinya dengan “memasukkan” kita untuk sementara waktu ke dalam “pressure cooker”, yakni situasi hidup yang membuat stres. Tentu dengan “takaran tekanan” yang sudah Dia atur, sehingga tidak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Cukup kuat untuk “melunakkan duri” alias membentuk kita, tetapi tidak sampai membuat kita hancur.

Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang menekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah. Tetaplah beriman kepada-Nya. Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang Dia ingin kita ubah dalam diri kita. Lalu jalani dengan kesabaran dan ketekunan. Agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memuliakan Tuhan.

saya harus berjuang untuk berubah. tidak peduli seberapa sulit itu.

kemarin saya berpikir untuk lari dan meninggalkan permasaahan ini begitu saja.

tapi saya sadar, itu bukan solusi.

sekali lagi saya memohon maaf untuk orang-orang yang pernah tersakiti oleh perkataan saya.

saya berniat untuk mengubah itu semua dengan bantuan Dia di sampingku.

mohon bantuannya teman2

:D

March 21, 2010 - Posted by | my thoughts

1 Comment »

  1. selamat datang ke dunia blogging kembali hehehee :D

    Maaf komentar ku agak ngga nyambung alias out of topic. Tapi ngga apa-apa lah.

    Kepribadian, temperamen, dan karakter adalah 3 hal yang berbeda. Kalau diibaratkan kita sedang pakai baju,
    - kepribadian ibarat baju (yang paling terlihat)
    - Temperamen ibarat badan kita (bisa terlihat juga)
    - Karakter, ibarat hati kita (tidak terlihat)

    1. “Karakter” kita baru akan terlihat, apabila kita menghadapi bertubi-tubi masalah. Masalah itu ibarat anak panah yang merobek baju “kepribadian” kita dan badan “temperamen” kita. Di saat itulah, akan keluar karakter kita sesungguhnya.

    2. “Kepribadian”, bisa dimanipulasi. Makanya banyak sekolah kepribadian (tapi tidak ada sekolah karakter :P )

    ========================================

    3. Nah kalo “temperamen”, menurut teori klasik, temperamen terbagi jadi 4:
    - Sanguin
    - Kolerik
    - Melankolis
    - Phlegmatis

    Kalo aQ analisis dari pengakuanmu,
    - Suka berpikiran negatif: ciri dari melankolis
    - Menghakimi dan keras: ciri dari Kolerik

    Sehingga temperamen mu melankolis-kolerik :lol: hahaha (bcanda doang kok…jgn diambil ke dalam hati ya :P )

    Well, kalo mau tahu lebih jauh mengenai temperamen secara kristiani, coba beli buku terbitan Metanoia: 4 Temperamen Dasar & Karunia Rohani. Penulis: Tim La Haye.

    (by the way, aQ sendiri temperamennya: Phlegmatis-Sanguin :P )

    Comment by mikha_v | March 27, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.